Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan, DPW GAMIES Aceh Siapkan Program Pendampingan UMKM Berbasis Gampong

Mnj.com Banda Aceh, 18 Mei 2026

Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (DPW GAMIES) Provinsi Aceh terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui program pendampingan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis gampong di seluruh wilayah Aceh.

Program tersebut digagas sebagai langkah nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat gampong sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku usaha lokal yang mampu bersaing di era digital dan ekonomi kreatif.

Ketua DPW GAMIES Provinsi Aceh, Adhifatra Agussalim, mengatakan bahwa gampong memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola dengan baik melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UMKM secara berkelanjutan.

Baca juga artikel beritanya  Pembangunan gedung capai 11 miliar, namun bocor saat hujan

Menurutnya, selama ini masih banyak pelaku usaha kecil di tingkat gampong yang memiliki produk berkualitas, namun belum mendapatkan pendampingan maksimal dalam aspek pemasaran, manajemen usaha, pengemasan produk, hingga akses permodalan.

“Ekonomi kerakyatan harus dimulai dari gampong. Ketika masyarakat gampong memiliki usaha yang berkembang, maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. Inilah yang ingin dibangun oleh GAMIES Aceh melalui program pendampingan UMKM berbasis gampong,” ujar Adhifatra Agussalim di Banda Aceh, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut nantinya akan difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan kewirausahaan, digital marketing, pengelolaan keuangan usaha, pengembangan produk halal, hingga promosi berbasis media digital dan marketplace.

Baca juga artikel beritanya  Alumni Dayah Aceh Jabat Posisi Penting di UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Selain itu, DPW GAMIES Aceh juga akan membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, komunitas kreatif, dan sektor swasta guna menciptakan ekosistem ekonomi masyarakat yang produktif dan berkelanjutan.

Adhifatra menilai, Aceh memiliki banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, industri kreatif, pertanian, perikanan, hingga usaha berbasis syariah yang memiliki nilai jual tinggi.

“Potensi Aceh sangat besar. Tinggal bagaimana kita hadir untuk mendampingi masyarakat agar memiliki keberanian, keterampilan, dan akses pasar yang lebih luas. GAMIES ingin menjadi bagian dari solusi untuk kebangkitan ekonomi masyarakat Aceh,” tambahnya.

Baca juga artikel beritanya  Langkah Strategis Dorong Kolaborasi dan Partisipasi PT Lokal dengan BUMD Perseroda

DPW GAMIES Aceh juga menegaskan bahwa program pendampingan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga bertujuan menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda di tingkat gampong agar mampu mandiri secara ekonomi.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, GAMIES Aceh berharap program tersebut dapat menjadi gerakan bersama dalam membangun ekonomi rakyat yang kuat, inklusif, dan berkeadilan di Provinsi Aceh.

“Jika gampong maju secara ekonomi, maka Aceh juga akan maju. Kekuatan ekonomi rakyat adalah fondasi utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan,” tutup Adhifatra Agussalim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *