Blog  

Polusi Udara, Jalan Rusak,desa Ladang Bisik Aceh Singkil  

Aceh Singkil. MNJ. protes salah satu mewakili warga terhadap aktivitas Pabrik Sawit PT Nafasindo Aceh Singkil, Rabu (21/05).

Salah Satu Warga merasa kecewa yang selama ini terus menumpuk. Warga mengaku sudah terlalu lama hidup berdampingan dengan bau menyengat dari aktivitas pabrik yang diduga mencemari udara lingkungan permukiman didaerah pinggiran Sungai Yang Merupakan akses kebutuhan warga setempat

Baca juga artikel beritanya  Diduga Kebiri Dana PIP, LIRA Kolaka Siap dampingi Siswa SMAN 1 Latambaga yang menuntut

“Kami hidup tiap hari menghirup bau busuk. Pagi bau, malam bau. Anak-anak dan orang tua jadi terganggu. Kami bukan anti perusahaan, tapi jangan rakyat dijadikan korban,” ungkap Aliman

Permukiman Diduga Terlalu Dekat dengan Pabrik. Warga menilai keberadaan pabrik yang terlalu dekat dengan pemukiman menjadi sumber utama persoalan. Bau menyengat dari pengolahan dan CPO asam tinggi disebut masuk ke rumah-rumah warga,

Baca juga artikel beritanya  UMKM Melek Digital Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas di Kroya, Cilacap

Tak hanya polusi udara, masyarakat juga mengeluhkan kondisi jalan desa yang semakin rusak akibat tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar milik perusahaan. Jalan yang sebelumnya digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari kini dipenuhi lubang dan debu akibat lalu lalang truk pengangkut.

Baca juga artikel beritanya  Refleksi Akhir Tahun 2025, Lapas Pamekasan Ikuti Zoom Meeting Evaluasi Kinerja Kemenimipas

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil  melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap dampak lingkungan serta tonase kendaraan yang melintas di jalan desa.

“Kalau dibiarkan terus begini, masyarakat yang menderita. Jalan rusak, udara tercemar, sementara kami tidak merasakan manfaat yang jelas,” kata warga lainnya.”M.Yantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *