
Subulussalam Aceh. MNJ Dugaan adanya titipan program pengadaan wifi senilai Rp20 juta per desa kembali mencuat di sejumlah desa di Subulussalam. Program ini dinilai tidak ada manfaat nya buat masyarakat
Seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya mengaku program tersebut seperti “buah simalakama”.
“Kalau tidak diikuti, nanti dibilang kami tidak kooperatif. Contohnya saya sendiri, dengan adanya program itu terpaksa saya mengubah anggaran desa. Satu kegiatan tidak bisa kami laksanakan,” ujarnya saat dikonfirmasi beberapa awak media
Menurutnya, desa sebenarnya membutuhkan jaringan wifi. Namun ia menilai lebih efektif jika pengadaan dilakukan langsung oleh desa tanpa dipihak ketigakan.
“Kami memang butuh jaringan wifi, biarkan kami yang membuat jangan dipihak ketigakan. Melihat anggaran desa sekarang, kegiatan yang kami program pun tidak terlaksana. Dana Rp20 juta itu bukan sedikit bagi kami. Sudah berapa truk itu kalau kami gunakan untuk menimbun jalan ke kebun masyarakat,” katanya
“Kaperwil Aceh. M.Yantoro. Ip.RM
“Hingga berita ini diturunkan saat dikonfirmasi beberapa media, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Subulussalam terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi masih dilakukan.





