Tim Gabungan Tertibkan PETI di Pegagan Hilir, 47 Camp Hingga Mesin Dimusnahkan

FORKOPIMDA & POLRES DAIRI

Dairi.MNJ.NEWS.COM.

Tim gabungan forkopimda yang dipimpin langsung Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan melakukan penertiban terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berada di Kawasan Hutan Lindung Desa Kuta Usang dan Desa Lingga Raja II Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi, Jumat (31/7/2026).

Sebanyak 350 personil gabungan yang terdiri dari personil Kodim 0206 Dairi, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, hingga BPBD menyisir wilayah hutan lindung yang dijadikan lokasi tambang emas ilegal.

Baca juga artikel beritanya  Razia Gabungan Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak dan Samapta Polda Sumut Amankan Pria Pembawa Samurai

Petugas pun kemudian membagi menjadi 2 tim, agar proses penertiban bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Kondisi jalan yang mendaki serta menuruni bukit, tak membuat petugas mengurungi niatnya ke titik lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas tidak mendapatkan adanya masyarakat atau pelaku yang melakukan tambang emas ilegal.

Akan tetapi, petugas menemukan setidaknya 47 titik mes yang berisikan beberapa alat seperti mesin dongfeng, mesin pompa air, serta beberapa benda lainnya turut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Baca juga artikel beritanya  Polda Sumut: Pengamanan Keberangkatan Pesawat Saudia Airlines di Kualanamu Berjalan Lancar

Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terhadap adanya aktifitas ilegal tersebut. Pihaknya saat ini turut mengamankan beberapa barang bukti, yakni sebuah mesin bor.

“Saat ini ada beberapa alat yang kami amankan yakni mesin bor. Kemudian kami juga menemukan mesin pompa air, dan mesin dongfeng. Namun mesin tersebut kami musnahkan bersama dengan mess atau camp, ” ujarnya.

Selanjutnya, Polres Dairi akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat baik tingkat kecamatan hingga desa, serta pihak dari KPH 15, untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.

Baca juga artikel beritanya  Polres Binjai turunkan 122 personil untuk pengamanan Natal di Gereja.

Petugas gabungan itupun juga memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa aktivitas penambangan ilegal tersebut dapat berdampak bagi kerusakan lingkungan.

“Kami akan tetap melakukan koordinasi dengan KPH 15 terkait temuan tersebut, dan kami juga sudah memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan penambangan secara ilegal, ” tutup Kapolres.

( Redaksi JUlHADI )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *