SUMBAR  

Usaha Tahu Dalam Bentuk Rumahan yang Tidak Tersentuh Bantuan, UMKM Luput dari Pembinaan

Pesisir Selatan Nasionaljurnalis.com

Sebut saja namanya Idef. Seorang pria berusia 40 tahun yang sudah lama bergelut di dunia pembuatan tahu. Ia menggeluti dunia tersebut untuk membiayai kebutuhan keluarga kecilnya di Nagari Kapuah Utara/Gurun Panjang Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Pengalaman membuat tahu itu, ia dapatkan ketika menjadi karyawan pabrik tahu di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Setelah tidak bekerja di pabrik, ia pun pulang kampung ke Pesisir Selatan. Di Pesisir Selatan, Pak Idef, begitu ia akrab disapa memulai peruntungannya.

Ia bersama keluarga kecilnya membuka usaha sesuai pengalamannya yaitu membuat tahu. Usaha tahu yang dijalaninya itu terhitung dalam skala kecil.

Dengan wajah penuh semangat, Pak Idef menceritakan perjalanan usahanya tersebut. Ia mengaku, memulai usaha dalam skala kecil. Alasannya, karena terkendala permodalan.

Dikatakan, usaha yang ia rintis itu sangat kesulitan untuk cari modal. Ia pun mengakui, usaha yang bangun sejak awal Januari 2023 itu, tidak pernah dibantu serta dibina oleh pemerintahan setempat.

Dalam pembuatan tahu ini, kata Pak Idef, ia menggunakan bahan mentah yang ia beli di pasar terdekat. Adapun bahan dalam pembuatan tahu, sambungnya, berupa kacang kedelei, dan asam cuka.

Dan dari usaha tahu ini, ia menghasilkan sebanyak 1.500 potong dalam satu kali cetak. Dalam satu potong tahu, Pak Def menyebutkan modalnya adalah Rp750. Kemudian bila dijual, harganya Rp800. Akan tetapi, kata dia, bila langsung dijual ke pasar, harganya bisa mencapai Rp1.000 perpotongnya.

Ia memaparkan, dalam setiap potong tahu ia memperoleh keuntungan rata-rata Rp50 hingga 100. Dengan kapasitas cetak 1.500 cetak perhari, keuntungan perhari yang bisa diraup Pak Idef berkisar Rp75.000 hingga Rp150.000.

Pak Idef menyampaikan, jika ada bantuan pembinaan dari pemerintah khususnya dari Pemerintahan Nagari , ia berkeyakinan bahwa penghasilan tahu yang ia bangun jtu akan dapat menopang ekonomi masyarakat. Sebab, kata dia, hal tersebut akan snagat membantu masyarakat untuk mandiri dan lepas dari keterpurukan ekonomi.

Melani Disajati mahasiswa S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Taman Siswa menyampaikan, seharusnya Pemerintah Daerah khususnya Pemerintah di tingkat nagari harus memberikan perhatian penuh kepada masyarakat yang mampu mandiri dalam berusaha. Salah satunya usaha dalam skala kecil atau keluarga.

Melani menilai, dengan adanya program pembinaan baik dari segi penunjang modal usaha ataupun pemasaran, akan memiliki berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Ia menambahkan, jika usaha yang dilakukan oleh masyarakat skala keluaraga ini di berikan perhatian serius terkhusus pada pemodalan dan pembinaan, Melani berkeyakinan akan memberikan dampak terhadap peningkatan hasil usaha.

Jika hasil usaha meningkat, sambungnya, maka akan berbanding lurus dengan pendaatan masyarakat.

Lebih lanjut, Melani Disajati mengatakan, usaha yang dilakukan oleh Pak Idef ini adalah termasuk Livelihood Activities, yaitu UKM yang dimanfaatkan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal.

Oleh karenanya usaha ini harus diberikan perhatian serius, sebab peran UMKM juga memiliki tujuan untuk menciptakan banyak lapangan kerja, adanya pemerataan dalam hal penghasilan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, serta mengentas rakyat dari kemiskinan.

“Kita berharap lembaga pemerintah dan perbankan dapat peduli terhdap UMKM yang dikembangkan oleh masyrakat,” harap Melani Disajati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *