Medan.Nasionaljurnalis.Com.
Aksi kriminal jalanan kembali menggemparkan warga Kota Medan, khususnya wilayah Medan Utara. Peristiwa begal yang terjadi pada siang hari bolong ini memicu kekhawatiran serius di tengah masyarakat dan viral di berbagai platform media sosial.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu (15/4) sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Ileng, Gang Mushola, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Ironisnya, lokasi kejadian hanya berjarak beberapa ratus meter dari Mapolsek Medan Labuhan.
Korban diketahui bernama Juliana (42), seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan mie pecal. Saat kejadian, korban baru saja pulang mengantar anaknya ke sekolah. Tanpa disadari, ia telah dibuntuti oleh dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Scoopy sejak dari simpang Jalan Ileng.
Setibanya di lokasi yang relatif sepi di pinggiran Sungai Deli, kedua pelaku langsung menghadang korban. Salah satu pelaku bahkan mengacungkan senjata tajam jenis parang panjang, menciptakan situasi mencekam di tengah siang hari.
Tak hanya merampas tas korban yang berisi uang tunai dan handphone, pelaku juga bertindak brutal dengan menyerang korban menggunakan senjata tajam. Akibatnya, Juliana mengalami luka robek cukup serius di bagian tangan kanan akibat sabetan parang.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Wulan Windi untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Peristiwa ini sontak memicu kemarahan dan keresahan warga. Banyak pihak menilai kondisi keamanan di wilayah Medan Utara semakin memprihatinkan. Aksi begal yang terjadi di siang hari, bahkan di dekat kantor polisi, menimbulkan tanda tanya besar terkait efektivitas pengawasan dan patroli aparat keamanan.
Sejumlah warga menyuarakan kekecewaan mereka dan mendesak pihak kepolisian untuk segera bertindak cepat, mengungkap identitas pelaku, serta meningkatkan patroli di titik-titik rawan kriminalitas.
“Kalau siang hari saja sudah berani, apalagi malam. Kami benar-benar takut sekarang,” ujar salah seorang warga setempat.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum untuk memperketat keamanan, khususnya di wilayah rawan seperti Medan Marelan dan sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.













