Warga Mesidah Keluhkan Jalan Rusak, Desak Tanggung Jawab Pemerintah

Mesidah mnj.com

Buruknya akses jalan di Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, terus menuai keluhan dari masyarakat. Kondisi jalan yang rusak, sempit, terjal, dan licin membuat waktu tempuh perjalanan membengkak hingga dua jam.

Keluhan datang dari berbagai kalangan, mulai dari petani, guru, tenaga kesehatan, orang tua wali, hingga masyarakat umum yang setiap hari harus memutar jalur untuk mencapai tujuan.

Kondisi ini dinilai tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi persoalan serius yang membutuhkan tanggung jawab dan langkah cepat dari pemerintah daerah.

Baca juga artikel beritanya  Tingkatkan Hubungan Baik, Babinsa sambangi rumah warga

Aktivitas belajar mengajar terganggu, pelayanan kesehatan menjadi lambat, serta distribusi hasil pertanian tersendat akibat akses jalan yang tidak layak.

Salah satu warga berinisial Jr menegaskan bahwa masyarakat berharap pemerintah tidak menunda penanganan, terutama di titik-titik rawan seperti Jembatan Kanis.

“Pemerintah harus segera turun tangan. Kami butuh alat berat untuk memperbaiki dan memperlebar jalan, khususnya di jalur yang sangat terjal dan sempit,” ujarnya.

Menurut warga, Senin 27April 2026. infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah.

Terlebih, akses tersebut menjadi jalur utama bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Baca juga artikel beritanya  Upacara Peringati Hari Bela Negara: Kasdim Bacakan Amanat Presiden

Pemerintah Didesak Bertanggung Jawab
Masyarakat menilai kondisi jalan yang terus dibiarkan rusak berpotensi memperbesar risiko kecelakaan serta kerugian ekonomi bagi warga.

Para petani menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Mereka tetap harus membawa hasil panen keluar dari Mesidah menuju wilayah Bandar dan sekitarnya meski harus melewati jalan ekstrem yang membahayakan keselamatan.

Tidak jarang kendaraan pengangkut hasil pertanian tergelincir hingga nyaris terbalik, terutama saat musim hujan.

Akibat keterlambatan distribusi, biaya angkut meningkat dan harga jual hasil pertanian di tingkat petani ikut tertekan.
Kondisi ini dinilai semakin membebani ekonomi masyarakat.

Baca juga artikel beritanya  Wayang Kulit di Gelar di Polres Bener Meriah: Kapolres, Saya Mengidolakan Tokoh Bima

Warga berharap pemerintah daerah segera menunjukkan tanggung jawab nyata melalui penanganan cepat, baik dengan menurunkan alat berat maupun melakukan perbaikan permanen agar akses jalan kembali layak digunakan.

Masyarakat juga menyatakan kesiapan untuk bergotong royong membantu proses perbaikan demi mempercepat pemulihan akses.

“Jalan ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Kami berharap pemerintah hadir dan bertanggung jawab sebelum kondisi semakin parah,” tutup warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *