Takengon, MNJ.com
Peristiwa menegangkan terjadi di kawasan Jalan Lintang, Kota Takengon, Kamis (7/5/2026), saat satu unit mobil jenis Toyota Avanza bernomor polisi BK 1193 NH mendadak mengeluarkan asap hitam pekat hingga memicu kepanikan warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga mengangkut sekitar enam jerigen bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Asap tebal yang keluar dari bagian kendaraan sontak menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Sejumlah warga mengaku khawatir mobil tersebut akan meledak karena membawa BBM dalam jumlah cukup banyak.
“Awalnya kami kira mobil biasa mogok, tapi tiba-tiba asap hitam keluar tebal. Warga langsung menjauh karena takut terbakar,” ungkap salah seorang warga di lokasi kejadian.
Dalam situasi panik itu, sopir kendaraan sempat menyebut dirinya baru selesai memuat minyak dari kawasan Pertamina Jalan Lintang.
Namun saat ditanya lebih lanjut terkait asal-usul serta tujuan distribusi BBM tersebut, sopir mendadak bungkam.
Tak lama kemudian, pria tersebut justru memilih menghindar dari kerumunan warga sebelum akhirnya melarikan diri dan tidak terlihat lagi di lokasi.
Kepergian sopir secara tiba-tiba memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Dugaan praktik pengangkutan BBM tanpa dokumen resmi pun mulai mencuat, terlebih kendaraan itu disebut membawa sedikitnya enam jerigen Pertalite serta satu mesin sanyo yang masih terpasang di dalam mobil.
Mobil beserta muatan BBM akhirnya ditinggalkan begitu saja di tengah keramaian warga tanpa ada penanggung jawab yang jelas.
Beberapa saat setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah api membesar serta menghindari kemungkinan ledakan.
Sementara itu, pihak kepolisian dikabarkan tengah melakukan penyelidikan dan memburu sopir kendaraan yang melarikan diri usai kejadian.
Saat dikonfirmasi pihak media, Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah, AKP Abdul Mufakhir, mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut.
“Masih kita dalami, dan saat ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya singkat.
(Red)













