Harapan Untuk KH. Marsudi Suhud Dalam Kontesasi Ketua Umum PBNU

Tambak Beras, 26 Agustus 2026

Kita masih memiliki harapan besar bahwa Muktamar ke-35 NU di Tambak Beras, 27–31 Agustus 2026, akan melahirkan pemimpin yang benar-benar menjadi pelayan umat dan mampu membawa NU memasuki abad kedua dengan semangat khidmah.

Di tengah delapan nama yang beredar, KH. Marsudi Suhud dapat menjadi angin segar. Harapannya, beliau tampil sebagai sosok penengah: tidak terjebak pada kutub petahana, bukan sekadar simbol pesantren, tetapi pemimpin yang fokus pada kemaslahatan, persatuan, dan kemandirian NU.

Muktamirin tidak membutuhkan janji besar, tetapi bukti dan kerja nyata. NU membutuhkan pemimpin yang memahami kitab sekaligus tata kelola organisasi modern.

Baca juga artikel beritanya  Minta Kejati Tak "Masuk Angin", Direktur APMP JATIM Acek Kusuma Siap Beberkan Bukti Kunci Skandal Bank Jatim Rabu Ini

3 GAGASAN UTAMA NU ABAD KEDUA

1. NU MANDIRI – Ekonomi & Aset untuk Khidmah
“NU harus berdaulat secara ekonomi agar dapat berkhidmah tanpa bergantung.”

Audit dan tata kelola aset PBNU, PWNU, dan PCNU secara transparan dan profesional. Kembangkan badan usaha NU untuk membiayai beasiswa santri, kesejahteraan guru TPQ, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan pesantren dan warga NU.

2. NU CERDAS – Pesantren & Pendidikan Adaptif
“Menjembatani kitab kuning dengan kecakapan abad ke-21 tanpa meninggalkan ruh pesantren.”

Baca juga artikel beritanya  Ketua Umum PJI: Negara Harus Tegas. Terapkan TPPU dan Cabut Izin Pembalak Liar!

Perkuat pesantren dengan unit usaha produktif dan digitalisasi, serta bekali santri dengan kewirausahaan, teknologi, coding, dan literasi keuangan. Santri harus alim sekaligus mandiri dan produktif.

3. NU MERAKYAT – Turun Gunung & Jaga Marwah
“PBNU harus menjadi rumah besar yang terasa sampai ke ranting.”

Sederhanakan birokrasi dan hadirkan pimpinan PBNU langsung di tengah masyarakat. NU harus hadir ketika rakyat menghadapi persoalan ekonomi, pendidikan, pertanian, maupun musibah.

NU harus dirasakan, bukan hanya didengar di televisi.

Tantangan menuju muktamar memang berat. Namun sejarah NU menunjukkan bahwa keputusan muktamar bukan hanya tentang siapa yang paling cepat bergerak, melainkan siapa yang mampu mendapatkan kepercayaan para kiai dan muktamirin.

Baca juga artikel beritanya  Semarakkan Muktamar NU ke-35, FPDPI Suarakan Hak Santri Difabel dalam Halaqah Pesantren Inklusi di Jombang

Jika Allah menakdirkan KH. Marsudi Suhud maju dan mendapat amanah, semoga beliau diberi keberanian untuk tampil, kelapangan untuk merangkul, dan keteguhan untuk memimpin.

NU hari ini membutuhkan harapan baru: pemimpin yang menghidupkan khidmah, menjaga marwah, memperkuat kemandirian, dan memperbesar manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Menawi kepareng, tiga gagasan ini mari kita bedah satu per satu, Yai.

Tambak Beras, 26 Agustus 2026

 

Medianasionaljurnalis.Com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *