Piasan Pase, GAMIES dan UMKM: Merayakan Sejarah, Menggerakkan Ekonomi Masa Depan

Oleh: Adhifatra Agussalim,

Banda Aceh Mnj.com Ketua DPW GAMIES Provinsi Aceh Delapan abad bukanlah perjalanan waktu yang singkat. Ketika Aceh Utara memperingati 800 tahun melalui Piasan Pase, sesungguhnya yang sedang dirayakan bukan hanya angka, panggung hiburan, atau rangkaian seremoni.

Di balik perayaan tersebut terdapat sejarah panjang, identitas, budaya, perdagangan, dan semangat masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan kawasan Pase dari masa ke masa.

Namun, ada satu pertanyaan penting yang patut kita renungkan bersama:
Setelah Piasan Pase selesai, apa yang tersisa bagi masyarakat dan terutama bagi pelaku UMKM?
Pertanyaan ini bukan untuk mengurangi makna perayaan. Justru sebaliknya, pertanyaan tersebut penting agar sebuah momentum besar tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi mampu meninggalkan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

*Piasan Pase Harus Menjadi Momentum Ekonomi*
Setiap kegiatan berskala besar selalu membawa peluang ekonomi. Ada pengunjung yang datang, produk yang dibeli, kuliner yang dicicipi, jasa transportasi yang digunakan, penginapan yang terisi, hingga produk lokal yang berpotensi dikenal oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Di sinilah UMKM seharusnya mendapatkan posisi strategis.
UMKM jangan hanya ditempatkan sebagai pelengkap kegiatan atau sekadar mengisi stan bazar. UMKM harus menjadi bagian dari ekosistem utama Piasan Pase.
Piasan Pase dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen, distributor, perbankan, marketplace, investor, pemerintah, komunitas, hingga calon mitra bisnis.
Dengan demikian, transaksi tidak berhenti pada hari pelaksanaan kegiatan.
Piasan Pase harus mampu membuka pasar baru setelah panggung selesai dibongkar.

*Dari Event Menjadi Economic Legacy*
Sebuah event yang baik meninggalkan kenangan. Tetapi event yang luar biasa meninggalkan warisan ekonomi.
Kita tentu berharap Piasan Pase tidak hanya menghasilkan dokumentasi foto dan video, tetapi juga menghasilkan database UMKM, jaringan bisnis, kontrak kerja sama, peningkatan omzet, produk baru, perluasan pasar, serta lahirnya pelaku usaha baru.

Baca juga artikel beritanya  Kapolda Aceh Sambut Kedatangan Pangkoopsud I Di Bandara SIM

Bayangkan jika setiap pelaku UMKM yang mengikuti Piasan Pase mendapatkan pendampingan sebelum, selama, dan setelah kegiatan.
Sebelum kegiatan, mereka dipersiapkan dari sisi produk, kemasan, harga, digital marketing dan pencatatan keuangan.
Saat kegiatan berlangsung, mereka mendapatkan ruang promosi dan transaksi yang optimal.

Setelah kegiatan selesai, mereka tetap didampingi untuk masuk ke pasar digital, retail, pengadaan pemerintah, jaringan distributor, bahkan pasar antardaerah.
Inilah yang saya sebut sebagai economic legacy.

*GAMIES: Menjembatani Potensi dan Peluang*

Dalam konteks inilah GAMIES (Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera) melihat bahwa pemberdayaan UMKM membutuhkan kolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri.
GAMIES dapat mengambil peran sebagai bagian dari ekosistem yang mempertemukan berbagai pihak: pelaku UMKM, pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, lembaga keuangan, marketplace, serta berbagai mitra strategis lainnya.

*Kita tidak ingin UMKM hanya menjadi objek program.*

UMKM harus menjadi subjek pembangunan ekonomi.
Pelaku usaha harus diberikan kesempatan untuk tumbuh berdasarkan potensi dan kebutuhan mereka masing-masing.
Ada UMKM yang membutuhkan modal. Ada yang membutuhkan legalitas. Ada yang membutuhkan sertifikasi halal dan izin edar. Ada yang membutuhkan desain kemasan. Ada yang membutuhkan digitalisasi. Ada pula yang sebenarnya sudah memiliki produk bagus tetapi belum memiliki akses pasar.
Artinya, pendekatan pemberdayaan tidak bisa menggunakan satu resep untuk semua.

*Dari Produk Lokal Menjadi Produk Kebanggaan*

Aceh Utara memiliki potensi besar dalam berbagai sektor: kuliner, kerajinan, pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, fesyen, hingga produk olahan lokal.
Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikemas menjadi produk yang bernilai tambah, kompetitif, konsisten kualitasnya, dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas.

Baca juga artikel beritanya  Dibayar Lunas Sebelum Pekerjaan Rampung, ALAMP AKSI Desak Kejati Aceh Bongkar Dugaan Pelanggaran Hukum Proyek TSC Tapaktuan

Piasan Pase dapat menjadi laboratorium pasar bagi produk-produk tersebut.
Produk yang selama ini hanya dikenal di lingkungan desa atau kecamatan dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Dari lokal menuju regional. Dari regional menuju nasional. Bahkan bukan tidak mungkin dari Aceh Utara menuju pasar global.
Tetapi untuk sampai ke sana, kita membutuhkan ekosistem yang serius: kualitas produk, branding, standardisasi, legalitas, digitalisasi, pembiayaan, logistik dan akses pasar.

*Jangan Hanya Mengejar Ramainya Pengunjung*

Ukuran keberhasilan sebuah event ekonomi jangan hanya dilihat dari jumlah pengunjung.
Kita perlu mulai bertanya:
Berapa omzet UMKM yang tercipta?
Berapa produk lokal yang terjual?
Berapa pelaku UMKM mendapatkan pelanggan baru?
Berapa kerja sama bisnis yang lahir?
Berapa UMKM yang kemudian masuk ke marketplace atau jaringan retail?
Berapa lapangan kerja baru yang tercipta setelah kegiatan?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan mengubah cara kita memandang sebuah event.
Karena keberhasilan Piasan Pase seharusnya bukan hanya ketika masyarakat mengatakan, “acaranya meriah.”
Tetapi juga ketika pelaku UMKM mengatakan:
“Setelah Piasan Pase, usaha saya berkembang.”

*Merayakan Sejarah, Menyiapkan Masa Depan*
Piasan Pase merupakan momentum untuk mengenang perjalanan panjang Aceh Utara. Tetapi sejarah tidak boleh hanya menjadi sesuatu yang kita kenang.
Sejarah harus menjadi energi untuk membangun masa depan.

Delapan ratus tahun perjalanan kawasan Pase mengajarkan bahwa perdagangan, perniagaan dan interaksi masyarakat telah menjadi bagian penting dari denyut kehidupan masyarakat.
Maka, sangat relevan apabila semangat tersebut diterjemahkan dalam konteks ekonomi masa kini.

Jika dahulu kawasan Pase dikenal sebagai bagian penting dari jalur perdagangan dan aktivitas ekonomi, maka generasi hari ini harus mampu melanjutkan semangat tersebut melalui UMKM yang modern, kreatif, adaptif dan berdaya saing.

Baca juga artikel beritanya  Tagih Janji Prabowo! Konsorsium Hutan dan Sungai Aceh Desak Legalisasi Tambang Rakyat

Kolaborasi Adalah Kuncinya
Tidak ada satu pihak yang mampu mengembangkan UMKM sendirian.
Pemerintah memiliki kebijakan dan fasilitas.
Dunia usaha memiliki pasar dan jaringan.
Perbankan memiliki akses pembiayaan.
Perguruan tinggi memiliki pengetahuan dan inovasi.
Komunitas memiliki jaringan masyarakat.
Dan UMKM memiliki produk, kreativitas serta semangat kewirausahaan.
Ketika seluruh kekuatan tersebut bertemu dalam satu ekosistem, maka Piasan Pase tidak lagi sekadar menjadi sebuah agenda tahunan.
Ia dapat menjadi platform ekonomi masyarakat Aceh Utara.

*Dari Piasan Pase Kita Mulai*
Saya percaya bahwa momentum 800 tahun Aceh Utara harus menjadi titik refleksi sekaligus titik kebangkitan.
Mari kita jadikan Piasan Pase sebagai ruang untuk memperkenalkan produk lokal, memperluas jaringan usaha, membangun kolaborasi dan menciptakan peluang baru.
GAMIES siap mendorong semangat kolaborasi tersebut bersama seluruh stakeholder dan pelaku UMKM.
Sebab membangun ekonomi bukan hanya tentang pertumbuhan angka.
Membangun ekonomi adalah tentang menciptakan kesempatan.
Kesempatan bagi anak muda untuk berwirausaha.
Kesempatan bagi ibu rumah tangga untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pasar.
Kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas.
Dan kesempatan bagi masyarakat Aceh Utara untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi daerahnya sendiri.
Piasan Pase adalah perayaan sejarah.
GAMIES adalah bagian dari gerakan kolaborasi masyarakat.

UMKM adalah kekuatan ekonomi rakyat.
Jika ketiganya dapat dipertemukan dalam sebuah ekosistem yang berkelanjutan, maka kita tidak hanya merayakan 800 tahun perjalanan Aceh Utara, tetapi juga sedang menyiapkan ratusan bahkan ribuan peluang ekonomi untuk masa depan.

Karena pada akhirnya, sebuah perayaan akan selesai. Panggung akan dibongkar. Lampu akan dipadamkan. Tetapi ekonomi masyarakat harus terus menyala.

Piasan Pase: Merayakan Sejarah, Menggerakkan Ekonomi Masa Depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *