Layanan Kesehatan Gratis di Huntara, Dinkes Soroti Kondisi Tidak Layak Huni

Mnj.com Bener Meriah, Kamis 23 April 2026

Puskesmas Singah Mulo kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan kesehatan masyarakat dengan menggelar pemeriksaan gratis setiap hari Kamis pukul 10.00 WIB di hunian sementara (huntara) Balai Pertanian KM 60, Desa Rime Raya, Dusun Pelita, Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah

Kegiatan ini ditangani langsung oleh dr. Desy Radhiyah, M.H.Kes, yang didampingi tim tenaga kesehatan, yakni perawat Nurhasanah, A.Md.Kep, Ernawati, A.Md.Kep, Myta Deviana, Siti Zalikha, A.Md.Farm, Mukhlis, S.Km, serta rekan kerja lainnya.

Baca juga artikel beritanya  Kapolres Bener Meriah Temu Ramah Dengan Awak Media

Pada hari yang sama, 23 April 2026, tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bener Meriah turut hadir secara langsung ke lokasi huntara untuk melakukan pengecekan kondisi lingkungan, termasuk kamar hunian, fasilitas MCK, dan sarana pendukung lainnya. Kegiatan ini dipimpin oleh Fitriani, S.SiT bersama tim Dinkes.

Dari hasil peninjauan tersebut, tim Dinkes menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi huntara yang dinilai belum layak, terutama bagi kesehatan anak-anak dan lanjut usia (lansia).

Baca juga artikel beritanya  Anggota Dewan Terpilih dari PKS SANDARI MIKO Berkunjung ke Air Terjun 7 Bidadari

Beberapa aspek kebersihan dan sanitasi dinilai perlu segera mendapat perhatian serius.

Salah satu warga, istri dari Pak Mariman, dilaporkan mengalami Cutaneous Larva Migrans (CLM) atau dikenal juga sebagai creeping eruption.

Penyakit ini merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh larva cacing tambang yang biasanya berasal dari kotoran kucing atau anjing yang terkontaminasi.

Gejalanya ditandai dengan munculnya ruam kemerahan berbentuk berliku-liku pada kulit, disertai rasa gatal hebat dan sensasi seperti ada yang merayap.

Baca juga artikel beritanya  Aktif Lakukan Komsos, Babinsa Dengan Aparat Desa Semakin Solid

Infeksi ini umumnya menyerang bagian tubuh seperti kaki atau tangan yang bersentuhan langsung dengan tanah yang terkontaminasi.

Kondisi ini menjadi peringatan penting akan perlunya peningkatan kebersihan lingkungan di area huntara guna mencegah penyebaran penyakit, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas dan sanitasi di huntara demi menjamin kesehatan dan kenyamanan para penghuninya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *