
BENER MERIAH – Mnj.com
Lantunan shalawat, zikir dan untaian doa menggema syahdu di Masjid Nurul Iman, Kampung Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Senin malam (15/06/2026).
Ratusan masyarakat bersama jajaran TNI-Polri menyatu dalam kekhusyukan agenda Dzikir Akbar dan Tausyiah yang digelar oleh Polres Bener Meriah.

Kegiatan rohani yang berlangsung khidmat sejak pukul 20.00 WIB ini diinisiasi dalam rangka menyambut fajar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sekaligus memperingati momentum Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., Wakapolres Kompol Dr. Syabirin, S.H., M.Si., jajaran Perwira Polres, personel Polsek dan Koramil 03 Timang Gajah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sekitar 250 jamaah dari masyarakat sekitar.
Pentingnya Sinergi dan Kepedulian Menjaga Kamtibmas
Dalam sambutannya, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto menyampaikan rasa syukur atas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bener Meriah yang saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Namun, Kapolres juga memberikan catatan penting terkait tantangan sosial yang masih dihadapi, seperti peredaran narkotika, kejahatan seksual, dan modus penipuan.
”Secara teori, ruang-ruang kejahatan ini bisa terbuka karena hilangnya kepedulian di sekitar kita—baik dari tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat, hingga lingkungan keluarga. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita bentengi dan jaga keluarga kita masing-masing,” imbau Kapolres.

Menjelang Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh dalam dua pekan ke depan, AKBP Aris Cai Dwi Susanto juga memohon doa restu agar Korps Bhayangkara senantiasa diberkahi Allah SWT.
”Semoga Polri, khususnya di Polres Bener Meriah, selalu diberikan keberkahan dan kekuatan oleh Allah SWT untuk terus konsisten memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.
Semangat Hijrah: Memperbaiki Akhlak dan Mengetuk Pintu Langit
Inti dari kegiatan rohani ini diisi oleh penceramah kondang, Syeh Muhammad Nasir bin Hanafiah. Dalam tausyiahnya, beliau mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menjadikan momentum pergantian Tahun Baru Islam 1448 H sebagai sarana introspeksi diri (muhasabah) untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Syeh Muhammad Nasir menekankan bahwa hakikat hijrah saat ini adalah meninggalkan perbuatan dosa menuju perbuatan yang diridhai Allah SWT.
Refleksi Diri: Mengingat kehidupan setelah kematian, hari kebangkitan, dan Padang Mahsyar agar manusia senantiasa memperbanyak amal kebaikan.
Ukhuwah Islamiyah: Mempererat tali persaudaraan dan menjaga kerukunan antarwarga demi menciptakan lingkungan yang damai.
Mnj.com / Jauhari M Yunus CFLE













