Bener Meriah mnj.com
Keselamatan warga di hunian sementara (huntara) Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, kembali dipertanyakan. Seorang ibu hamil 9 bulan nyaris menjadi korban serius setelah plafon dapur umum Blok A ambruk, Senin (13/04/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat korban tengah beraktivitas di dapur. Tanpa tanda-tanda, plafon tiba-tiba runtuh dan menimpa bagian kepala korban yang dalam kondisi hamil tua.
Warga menyebut, kejadian dipicu angin kencang. Namun, dugaan kuat mengarah pada lemahnya kualitas konstruksi bangunan.
“Baru kena angin sedikit saja sudah jatuh, berarti memang tidak kuat dari awal,” ujar seorang warga dengan nada kesal.
Pantauan di lokasi memperlihatkan material plafon berserakan. Korban beruntung tidak mengalami luka serius, namun insiden ini memicu ketakutan di kalangan penghuni huntara.
Seorang warga, Anwar, secara tegas menilai ambruknya plafon akibat minimnya penyangga pada konstruksi.
“Penyangga plafon tidak memadai. Ini bukan soal angin saja, tapi memang konstruksinya lemah,” katanya.
Tak berhenti di situ, warga juga mengungkap sejumlah kejanggalan lain pada bangunan. Lantai kamar mandi misalnya, justru mengalirkan air ke arah yang salah, bukan ke saluran pembuangan.
Kondisi ini diduga akibat kesalahan fatal dalam pemasangan kemiringan lantai (kesok), yang seharusnya menjadi standar dasar dalam pembangunan.
Ironisnya, bangunan huntara tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor, yakni PT Waskita.
Namun, kerusakan demi kerusakan justru sudah muncul sebelum satu tahun penggunaan.

Selain plafon yang ambruk, warga juga melaporkan talang air yang nyaris jatuh. Hal ini memperkuat dugaan adanya kelalaian dalam pengawasan proyek.
“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi keselamatan kami,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi melalui pesan maupun sambungan telepon.

Peristiwa ini menambah daftar panjang keluhan warga terkait kualitas huntara yang dinilai asal jadi.
Warga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh serta perbaikan total sebelum jatuh korban lebih serius.













