Ibu Hamil 9 Bulan Tertimpa Plafon Huntara, Proyek Dipertanyakan

Bener Meriah mnj.com

Keselamatan warga di hunian sementara (huntara) Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, kembali dipertanyakan. Seorang ibu hamil 9 bulan nyaris menjadi korban serius setelah plafon dapur umum Blok A ambruk, Senin (13/04/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Peristiwa itu terjadi saat korban tengah beraktivitas di dapur. Tanpa tanda-tanda, plafon tiba-tiba runtuh dan menimpa bagian kepala korban yang dalam kondisi hamil tua.

Warga menyebut, kejadian dipicu angin kencang. Namun, dugaan kuat mengarah pada lemahnya kualitas konstruksi bangunan.

Baca juga artikel beritanya  Polres Bener Meriah Kawal Ketertiban Lalu Lintas Lewat Operasi Patuh Seulawah 2025

“Baru kena angin sedikit saja sudah jatuh, berarti memang tidak kuat dari awal,” ujar seorang warga dengan nada kesal.

Pantauan di lokasi memperlihatkan material plafon berserakan. Korban beruntung tidak mengalami luka serius, namun insiden ini memicu ketakutan di kalangan penghuni huntara.

Seorang warga, Anwar, secara tegas menilai ambruknya plafon akibat minimnya penyangga pada konstruksi.

“Penyangga plafon tidak memadai. Ini bukan soal angin saja, tapi memang konstruksinya lemah,” katanya.

Tak berhenti di situ, warga juga mengungkap sejumlah kejanggalan lain pada bangunan. Lantai kamar mandi misalnya, justru mengalirkan air ke arah yang salah, bukan ke saluran pembuangan.

Baca juga artikel beritanya  Wakapolres Bener Meriah Hadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PPPK Tahap I Tahun 2024

Kondisi ini diduga akibat kesalahan fatal dalam pemasangan kemiringan lantai (kesok), yang seharusnya menjadi standar dasar dalam pembangunan.

Ironisnya, bangunan huntara tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor, yakni PT Waskita.

Namun, kerusakan demi kerusakan justru sudah muncul sebelum satu tahun penggunaan.

Selain plafon yang ambruk, warga juga melaporkan talang air yang nyaris jatuh. Hal ini memperkuat dugaan adanya kelalaian dalam pengawasan proyek.

Baca juga artikel beritanya  Terus Bergerak, Terus Berjuang, Rutan Bener Meriah Hidupkan Nilai Kepahlawanan di Hari Pahlawan 2025

“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi keselamatan kami,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi melalui pesan maupun sambungan telepon.

 

 

Peristiwa ini menambah daftar panjang keluhan warga terkait kualitas huntara yang dinilai asal jadi.

Warga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh serta perbaikan total sebelum jatuh korban lebih serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *