BANDA ACEH MNJ.COM
Gerakan mahasiswa harus terus menjadi ruang untuk membentuk generasi yang memiliki keberanian berpikir, keteguhan sikap, dan keberpihakan terhadap rakyat. Berangkat dari semangat tersebut, Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) GMNI USK akan dilaksanakan pada 11 September 2026 dengan mengangkat tema:
“Merah dalam Ideologi, Tegas dalam Perjuangan, Membangun Kader GMNI yang Berpihak untuk Rakyat.”
Ketua Pelaksana PPAB GMNI USK, M. Hakim Budian, mengajak seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala untuk mengambil bagian dalam proses kaderisasi dan menjadikan organisasi sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, serta membangun kesadaran ideologis dan keberpihakan terhadap rakyat.
Menurut Hakim, momentum PPAB menjadi bagian penting untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan GMNI di lingkungan mahasiswa USK. Ia menilai, di tengah perkembangan zaman dan semakin kompleksnya persoalan kebangsaan, dibutuhkan ruang yang mampu merawat pemikiran nasionalisme, kepedulian sosial, dan keberanian mahasiswa untuk mengambil sikap.
“Kita tidak ingin GMNI hanya menjadi nama yang dikenal dalam sejarah gerakan mahasiswa. Kita ingin GMNI kembali hidup, tumbuh, dan berkembang di tengah mahasiswa USK. Karena itu, kaderisasi harus menjadi jalan untuk menanamkan kembali nilai-nilai ideologi nasionalis dan semangat perjuangan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Hakim.
Ia menegaskan bahwa membangun kembali GMNI bukan sekadar memperbanyak jumlah anggota, tetapi membangun kualitas kader yang memiliki pemahaman ideologi, kemampuan intelektual, karakter perjuangan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
“GMNI harus melahirkan kader yang tidak mudah kehilangan arah di tengah perubahan zaman. Kader yang memahami Indonesia, mencintai rakyatnya, mampu membaca persoalan bangsa, dan berani memperjuangkan apa yang diyakininya benar,” tegasnya.
Bagi Hakim, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menjaga kehidupan demokrasi dan arah kebangsaan. Kampus tidak boleh hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus menjadi tempat tumbuhnya generasi yang memiliki kesadaran sosial dan nasionalisme.
Karena itu, PPAB GMNI USK diharapkan menjadi titik awal untuk membangun kembali ruang kaderisasi yang kuat, sekaligus memperluas gagasan-gagasan nasionalisme di kalangan mahasiswa.
“Mari kita hidupkan kembali GMNI di USK. Bukan sekadar hidup dalam nama, tetapi hidup dalam gagasan, hidup dalam ideologi, dan hidup dalam perjuangan. Dari kampus kita bangun kader, dari kader kita rawat perjuangan, dan dari perjuangan kita hadir untuk rakyat,” tutup M. Hakim Budian selaku Ketua Pelaksana PPAB GMNI USK.













