
Aceh Singkil. MNJ.
Jalur utama kawasan Pelabuhan yang menuju lokasi wisata ziarah ke makam tuan/Ulama Wali Allah Syekh Abdurrauf Singkil rusak parah. Menurut keterangan warga setempat, kondisi infrastruktur yang merupakan jalan provinsi tersebut sudah puluhan tahun belum tersentuh penangananya hingga sekarang.
Jalan berbatu yang terjal dan berlubang sudah menjadi tantangan dalam rutinitas sehar-hari warga sekitar, termasuk bagi pengunjung dari berbagai daerah yang hendak melakukan perjalanan wisata ziarah ke makam keramat yang akrab dikenal warga Aceh Tuan/ulama Syekh Abdurrauf Singkil.
Sebutan tuan/ulama Syekh Abdurrauf Singkil sendiri merujuk pada kisah ke walian dan pengaruhnya yang dipercaya sebagai penjaga spiritual bumi Aceh Singkil, khususnya di wilayah daerah aceh tersebut.
Makam ulama tersebut juga diketahui sebagai Situs religius dan masuk dalam kawasan cagar budaya. Beberapa tokoh nasional juga sempat menginjakkan kaki di Situs budaya religius ini, mulai dari petinggi polri, politisi hingga Tokoh & Masyarakat lainnya.
Para petinggi pangdam, kapolda, legislatif RI , yang pernah datang dan berziarah, juga diantaranya dari kalangan alim ulama kharismatik, Situs ini juga sering menjadi tempat beristirahat nya para penziarah dari Sumatra barat (Sumbar).
Tidak hanya peziarah asal Aceh, Situs ini sendiri kerap dibanjiri masyarakat dari luar kota seperti Cianjur, Bogor, Banten, bahkan warga luar Provinsi dan luar Pulau Jawa.
Dari pantauan tim kompas1.id, jalan rusak berbatu, berlubang dan terjal sepanjang ratusan meter tersebut sudah mulai ditemukan setelah memasuki wilayah maqam Tuan/ulama Syekh Abdurrauf Singkil.
Dari pengakuan warga sekitar situs yang sudah menetap sejak diketahui nya, mengungkapkan bahwa sejak dirinya menetap, jalan rusak tersebut belum ada penanganan apapun dari pemerintah.
“Setahu saya itu jalan provinsi, memang sudah dari dulu belum ada penanganan, ya begitu-begitu saja, repot juga sih tapi mau gimana lagi, setiap hari mesti lewat situ. Kalau jalan desanya mendekati lokasi makam belum bagus” ungkapnya (11/09/2026).
“Salah seorang warga masyarakat mengatakan Saya sudah beberapa kali mengantar jamaah untuk berziarah ke lokasi itu, faktanya memang sampai sekarang yang sudah begitu modern di tahun 2026 ini, jalan rusak tersebut masih nyata adanya, padahal merupakan akses jalan utama yang merupakan jalur wisata sejarah budaya bangsa dan agama,” ungkap seorang warga asli Aceh Singkil ini saat memandu rombongan.[]

