
Aceh Selatan, MNJ. Edi Yanto (40), nelayan asal Gampong Tanjung Harapan, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, yang dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari dilakukan pencarian di perairan Samudera Hindia.
Keuchik Gampong Tanjung Harapan, Munirudin, Jumat, 18 September 2026 mengatakan jenazah Edi ditemukan oleh nelayan Meukek sekitar 12 mil laut dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Keude Meukek.
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Aceh Selatan, Basarnas Pos Meulaboh, TNI AL, Polri, Satgas SAR Aceh Selatan, serta dibantu masyarakat dan nelayan.
Sebelumnya, pencarian terhadap Edi dilakukan secara intensif sejak dilaporkan hilang pada Rabu, 16 September 2026. Dalam operasi pencarian pada Kamis, 17 September 2026, tim gabungan mengerahkan dua unit rubber boat milik BPBD Aceh Selatan dan Basarnas Pos Meulaboh.
Sebanyak 12 personel gabungan diterjunkan untuk menyisir perairan, terutama di sekitar lokasi ditemukannya kotak fiber yang diduga merupakan bagian dari boat bermesin robin yang digunakan korban.
Camat Meukek, Teuku Ikbal Hidayatullah, mengatakan pencarian juga melibatkan lima unit boat nelayan dari Meukek. Sejumlah nelayan dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) turut membantu pencarian setelah Bupati Abdya Safaruddin menerima informasi dari Keuchik Gampong Tanjung Harapan, Munirudin alias Toke Munir.
Menurut Ikbal, pencarian kemudian difokuskan di sekitar lokasi ditemukannya kotak fiber di perairan Ujong Manggeng.
Tong fiber tersebut ditemukan sekitar dua mil laut dari pantai dan menjadi salah satu petunjuk penting bagi tim dalam mempersempit area pencarian.
“Proses pencarian korban sejauh ini masih difokuskan di titik penemuan kotak fiber di laut Ujong Manggeng. Sebab, pada Rabu malam pihak keluarga masih sempat menghubungi ponsel korban dan masih aktif. Namun, beberapa saat kemudian sudah tidak aktif,” kata Ikbal.
Sementara itu, Munirudin mengatakan tiga unit boat sebelumnya telah diberangkatkan dari Pelabuhan Pasie Meukek untuk membantu pencarian korban.
“Sebanyak tiga unit boat diberangkatkan dari Pelabuhan Pasie Meukek membawa tim pencarian korban. Sejauh ini tim baru berhasil menemukan tong fiber yang diduga dari boat robin korban di laut lepas,” ujarnya.
Tong Fiber tersebut ditemukan sekitar tiga mil laut dari bibir Pantai Pawoh, Labuhanhaji, atau sekitar dua mil dari Pantai Lhok Manggeng, Aceh Barat Daya.
Dugaan bahwa fiber tersebut merupakan bagian dari boat yang digunakan Edi semakin kuat setelah mertua korban yang ikut dalam pencarian mengenalinya. Boat bermesin robin yang digunakan Edi diketahui merupakan milik mertuanya.
“Mertua korban sangat yakin bahwa fiber tersebut bagian dari boat robin yang dikemudikan menantunya,” katanya.
Munirudin menyebutkan Edi meninggalkan seorang istri dan dua anak. Kedua anak korban masih kecil, masing-masing duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) dan masih berusia balita.
Setelah dievakuasi ke daratan, jenazah Edi selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. []



