Simeulue – Mnj.com Gelombang kekecewaan mulai muncul di tengah masyarakat Kabupaten Simeulue terhadap anggota DPRA Dapil 10, Nurchalis. Sejumlah warga mengaku tidak pernah merasakan secara langsung kehadiran maupun kegiatan reses yang dilakukan di wilayah mereka sejak yang bersangkutan terpilih menjadi wakil rakyat.
Sebagai bagian dari Dapil 10 yang meliputi Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, dan Simeulue, masyarakat menilai Simeulue tidak boleh diperlakukan sebagai daerah pinggiran yang hanya diingat saat musim pemilu tiba.
“Kami memberikan suara yang sama. Kami adalah bagian dari daerah pemilihan yang sama. Namun hingga kini, masyarakat sulit melihat kehadiran wakil rakyat yang seharusnya datang mendengar dan memperjuangkan aspirasi kami,” ujar seorang warga Simeulue.
Kritik masyarakat bukan tanpa alasan. Reses merupakan salah satu sarana utama bagi anggota legislatif untuk turun langsung menemui konstituen, mendengar persoalan rakyat, dan memastikan kebutuhan daerah menjadi bagian dari agenda pembangunan. Ketika masyarakat merasa tidak pernah dilibatkan atau dikunjungi, maka muncul pertanyaan besar: apakah suara Simeulue benar-benar diperjuangkan?
Masyarakat menilai wakil rakyat tidak cukup hanya hadir dalam dokumen, laporan, atau baliho. Kehadiran harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang telah memberikan mandat politik. Terlebih Simeulue memiliki berbagai persoalan strategis, mulai dari infrastruktur, transportasi, pelayanan publik, hingga pembangunan ekonomi yang membutuhkan perhatian serius di tingkat provinsi.
“Jangan sampai rakyat hanya dicari saat pemilu, lalu dilupakan setelah kursi kekuasaan berhasil diraih. Mandat rakyat bukan cek kosong yang bisa ditinggalkan begitu saja,” kata warga lainnya.
Oleh karena itu, masyarakat Simeulue mendesak adanya keterbukaan mengenai pelaksanaan reses, kunjungan kerja, serta hasil perjuangan aspirasi masyarakat Simeulue selama masa jabatan berjalan. Publik berhak mengetahui sejauh mana wakil yang mereka pilih benar-benar bekerja untuk daerah yang diwakilinya.
Jika memang Simeulue adalah bagian dari Dapil 10, maka masyarakat Simeulue berhak mendapatkan perhatian yang sama, didengar dengan porsi yang sama, dan diperjuangkan dengan kesungguhan yang sama. Jika tidak maka kritik dan kekecewaan publik akan terus menguat seiring berjalannya waktu.
Mnj.com / Jauhari M Yunus CFLE













