
Redelong – Mnj.com Musibah kebakaran melanda Kampung Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Rabu malam (10/6/2026). Tiga unit rumah milik warga hangus dilalap si jago merah dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Berkat respons cepat personel Polsek Permata, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat setempat, kobaran api berhasil dipadamkan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Ketiga rumah yang terdampak kebakaran tersebut diketahui milik Razali (47), Karyadi (47), dan Mahyan (24), warga Kampung Seni Antara. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat berasal dari bagian belakang rumah milik Mahyan sebelum dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Permata langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman awal sekaligus mengamankan area kejadian.

“Begitu mendapat informasi dari warga, personel kami segera turun ke lokasi untuk membantu proses pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia sambil berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar AKBP Aris Cai Dwi Susanto.
Petugas kemudian menghubungi Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Bener Meriah. Sebanyak tiga unit armada damkar dari Posko Bandar dan Posko Permata dikerahkan ke lokasi. Setelah berjibaku selama beberapa jam bersama warga dan personel kepolisian, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, tiga unit rumah semi permanen mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp400 juta.
Kapolres menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal dan pengumpulan keterangan di lapangan, dugaan sementara sumber api berasal dari dapur rumah milik Mahyan.

“Dari hasil pulbaket awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek listrik yang berasal dari bagian dapur rumah. Saat kejadian, pemilik rumah tidak sedang memasak maupun menyalakan kompor, bahkan tidak berada di dalam rumah. Namun demikian, penyebab pasti masih dalam proses pendalaman oleh petugas,” jelasnya.
Usai proses pemadaman, personel Polsek Permata melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, membantu membersihkan material sisa kebakaran, serta melakukan langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut.
AKBP Aris juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik yang sudah tua atau tidak memenuhi standar keamanan.

“Kami mengimbau masyarakat agar secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah terjadinya musibah serupa. Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama,” pungkas Kapolres.
Mnj.com / Jauhari M Yunus CFLE













